Thursday, June 23, 2011

Morning has broken

ah. sudah melewati malam. dan aku memasuki pagi. pagi dingin. bikin merinding. ditemani satu gelas seukuran gajah yang masih kutinggalkan disini. ku isi air panas dan 3 sachets coffeem*x. yah, setidaknya, aku ingin mengenang beberapa bulan lalu disaat aku mengerjakan tugas akhirku. tidur disiang hari, melek dimalam hari. sudah mirip banget sama kalong seukuran dugong.

kali ini berbeda. aku membuka netbookku. bukan untuk mengerjakan tugas. yah, hanya sekedar menyalakan. mengecek-ngecek isi folder. menyalakan playlist andalan super galau lagu-lagu dari semua jaman. hufh. sepi. liburan sih ya. dari 40 kamar hanya ada 6 manusia di rumah ini. ah, terlalu.

sambil memandang sekelilingku.

satu kebiasaan buruk jika aku kembali kesini.
semuanya seakan seperti berputar.
berputar. berputar. berputar. berputar. berputar. dan terus berputar.
mengembalikanku ke masa lalu itu.

di kamar ini. mantan kamarku.
di ruangtamu ini. mantan ruangtamuku.
di rumah ini. mantan rumahku.

ah, indah memang.

aku jadi berkhayal, seandainya bener-bener ada SOURCE CODE itu. aku ingin masuk berulang-ulang didalamnya. mengulang masa laluku. merubah setiap kejadian. supaya menjadi tetap indah sampai sekarang.

HAH!!!
mulai kaan mulai ngacauu meracauuu...

SEMANGAAAAAATTT YOOKK!!
mari kita bernyanyi sajaaa...

Morning has broken, like the first morning
Blackbird has spoken, like the first bird
Praise for the singing, praise for the morning
Praise for the springing fresh from the word

Sweet the rain's new fall, sunlit from heaven
Like the first dewfall, on the first grass
Praise for the sweetness of the wet garden
Sprung in completeness where his feet pass

Mine is the sunlight, mine is the morning
Born of the one light, Eden saw play
Praise with elation, praise every morning
God's recreation of the new day

0 comments:

Post a Comment